Memberarea.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mendorong PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) agar mengambil langkah nyata dalam mengembangkan industri berbasis crude palm oil (CPO) di Sumatera Barat. Ia menilai kondisi ekonomi daerah tersebut memerlukan perhatian serius meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat bersama antara Komisi VI DPR RI dan pihak Pelindo, yang membahas potensi penguatan sektor pelabuhan dan industri.
Minim Industri Jadi Kendala Pertumbuhan
Menurut Andre, salah satu penyebab lemahnya ekonomi di Sumatera Barat adalah kurangnya sektor industri besar yang mampu menyerap potensi daerah.
Utilisasi Pelabuhan Belum Maksimal
Meski Pelabuhan Teluk Bayur telah beroperasi dengan baik, tingkat pemanfaatan kontainer masih rendah. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya aktivitas industri, sehingga arus barang masuk dan keluar belum optimal.
Pelabuhan Air Bangis Dinilai Jadi Solusi
Andre mengusulkan pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Air Bangis sebagai pusat baru distribusi dan pengolahan CPO.
Potensi Sawit yang Besar
Wilayah Pasaman Barat, Agam, hingga daerah perbatasan dengan Sumatera Utara memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang cukup besar. Dengan adanya pelabuhan yang memadai, distribusi hasil produksi dapat dilakukan lebih efisien tanpa harus bergantung pada pelabuhan di daerah lain.
Selain itu, Andre juga mengusulkan pembangunan depo energi dan fasilitas penyimpanan CPO untuk mendukung rantai pasok industri.
Pengembangan Wilayah Lain di Sumbar
Tidak hanya di Air Bangis, Andre juga menyoroti potensi wilayah lain seperti Pesisir Selatan yang dinilai memiliki peluang serupa.
Dorongan Pelabuhan Khusus CPO
Ia mengusulkan pembangunan pelabuhan khusus untuk komoditas CPO di wilayah tersebut, termasuk daerah yang berbatasan dengan Bengkulu, guna meningkatkan efisiensi logistik dan mempercepat distribusi hasil perkebunan.
Kondisi Ekonomi Dinilai Mengkhawatirkan
Andre mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Sumatera Barat saat ini cukup memprihatinkan.
Ketimpangan Pertumbuhan dan Inflasi
Pertumbuhan ekonomi daerah disebut hanya sekitar 3 persen, sementara tingkat inflasi mencapai 6 persen. Hal ini menyebabkan daya beli masyarakat tertekan karena kenaikan pendapatan tidak sebanding dengan peningkatan biaya hidup.
Apresiasi Transformasi Digital Pelindo
Di sisi lain, Andre tetap memberikan apresiasi terhadap langkah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dalam melakukan digitalisasi operasional pelabuhan.
Teknologi Tingkatkan Efisiensi
Ia menilai penerapan teknologi yang memungkinkan pengendalian operasional dari jarak jauh merupakan kemajuan signifikan di sektor pelabuhan nasional.
Harapan untuk Kebangkitan Ekonomi Daerah
Andre berharap adanya kajian mendalam dan tindakan konkret dari BUMN seperti Pelindo untuk membantu menggerakkan perekonomian daerah.
Menurutnya, dengan pemanfaatan potensi CPO dan pengembangan infrastruktur pelabuhan yang tepat, Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk bangkit dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
