Memberarea.id – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, meminta penambahan fasilitas toilet di kawasan Arafah menjelang puncak ibadah haji 2026. Keputusan tersebut diambil setelah hasil evaluasi lapangan menunjukkan jumlah toilet yang tersedia masih belum memenuhi kebutuhan ideal jemaah.
Menurut Irfan, fasilitas sanitasi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah karena sangat dibutuhkan saat jutaan jemaah menjalani prosesi wukuf di Arafah.
Saat ini, rasio toilet di kawasan tersebut masih berada pada angka satu toilet untuk sekitar 50 jemaah.
Kemenhaj Lakukan Pemeriksaan Infrastruktur
Selain sanitasi, Kementerian Haji dan Umrah juga melakukan inspeksi terhadap kesiapan berbagai fasilitas penunjang di kawasan Arafah dan Mina.
Ditemukan Ketidaksesuaian Kapasitas Tenda
Dalam proses pengecekan, tim menemukan adanya perbedaan antara kapasitas tenda yang tercatat dengan kondisi nyata di lapangan.
Salah satu tenda yang sebelumnya direncanakan mampu menampung 360 orang ternyata hanya layak diisi sekitar 332 jemaah. Temuan ini mendorong pemerintah melakukan penghitungan ulang kapasitas seluruh tenda secara manual.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan tempat yang layak selama pelaksanaan ibadah haji.
Pembenahan Ditargetkan Rampung Sebelum Wukuf
Pemerintah menargetkan seluruh kekurangan fasilitas di Arafah dapat segera diselesaikan sebelum proses pemberangkatan jemaah menuju lokasi wukuf dimulai.
Pengecekan Juga Dilakukan di Mina
Selain Arafah, pemeriksaan fasilitas juga akan diperketat di kawasan Mina karena jemaah akan berada lebih lama di lokasi tersebut.
Menhaj menegaskan seluruh tim terus bekerja maksimal tanpa mengenal waktu demi memastikan pelaksanaan puncak ibadah haji berjalan aman dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia.
Fokus Tingkatkan Kenyamanan Jemaah Haji
Penambahan toilet serta evaluasi kapasitas tenda menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan haji tahun 2026.
Antisipasi Kepadatan Jemaah
Dengan perbaikan fasilitas dan penyesuaian kapasitas, pemerintah berharap tidak ada jemaah yang mengalami kesulitan mendapatkan tempat maupun akses sanitasi selama berada di Arafah dan Mina.
