Memberarea.id – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pemerintah memastikan bahwa pasokan energi, mulai dari listrik hingga LPG, berangsur kembali normal seiring dengan upaya penanganan darurat yang terus dilakukan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kondisi di lapangan terus membaik dari hari ke hari. Ia menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat pemulihan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.
Distribusi Listrik Dipercepat dengan Ribuan Genset
Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR, Bahlil menjelaskan bahwa Kementerian ESDM telah mengirimkan ribuan unit genset ke wilayah terdampak banjir. Langkah ini dilakukan sebagai solusi sementara bagi daerah yang infrastruktur kelistrikannya masih rusak dan belum bisa diperbaiki secara permanen.
1.000 Genset Disalurkan ke Wilayah Terisolasi
Sebanyak 1.000 genset telah dikirim ke desa-desa yang sulit dijangkau, terutama wilayah yang masih terputus akses akibat banjir dan longsor. Menurut Bahlil, kehadiran genset sangat membantu fasilitas vital seperti rumah sakit, posko pengungsian, serta pusat layanan publik.
Pemerintah juga terus melakukan evaluasi harian untuk memastikan pasokan listrik benar-benar stabil di seluruh daerah terdampak.
Pasokan LPG dan BBM Berangsur Normal
Selain listrik, distribusi LPG dan BBM menjadi fokus utama pemerintah dalam masa pemulihan bencana. Bahlil memastikan bahwa pasokan energi untuk kebutuhan rumah tangga dan transportasi telah kembali normal di sebagian besar wilayah Sumatera.
Masih Ada Desa yang Sulit Dijangkau
Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat beberapa desa yang belum bisa dilalui kendaraan distribusi karena kondisi jalan yang rusak. Untuk wilayah tersebut, proses perbaikan terus dilakukan agar pasokan energi dapat segera masuk secara merata.
Ribuan Kompor Gas Dibagikan ke Warga Terdampak
Sebagai langkah tambahan, Kementerian ESDM juga menyalurkan bantuan berupa kompor gas kepada warga yang kehilangan peralatan memasak akibat banjir.
3.000 Kompor Gas Siap Digunakan Warga
Sebanyak 3.000 unit kompor gas telah dikirimkan ke lokasi bencana. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang masih bertahan di pengungsian atau rumah yang terdampak banjir.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat, merata, dan tepat sasaran.
