BeritaNasional

PBB Apresiasi Peran Strategis Indonesia di Board of Peace Gaza

190
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com

Memberarea.id – Peran Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza kini memasuki tahap baru. Indonesia secara resmi dipercaya menempati posisi wakil komandan International Stabilization Force (ISF), sebuah pasukan multinasional yang bertugas menjaga keamanan serta stabilitas Gaza pascagencatan senjata.

Penunjukan ini menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam struktur komando ISF, sekaligus menegaskan kepercayaan komunitas internasional terhadap rekam jejak Indonesia dalam misi perdamaian global.

Dalam rapat perdana BoP, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi aktif melalui pengerahan pasukan TNI dalam jumlah besar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan.

Komitmen Indonesia Kirim Ribuan Pasukan Perdamaian

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap mengirim hingga 8.000 personel, bahkan lebih apabila dibutuhkan, untuk mendukung efektivitas pelaksanaan misi ISF di Gaza. Ia berharap keterlibatan Indonesia dapat memperkuat implementasi perdamaian serta memastikan proses stabilisasi berjalan berkelanjutan.

Komitmen tersebut mencerminkan posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung penyelesaian konflik secara damai dan melindungi warga sipil di wilayah konflik.

PBB Nilai Indonesia Punya Peran Krusial

Menanggapi perkembangan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa hubungan antara PBB dan Indonesia memiliki nilai strategis, khususnya dalam konteks penyelesaian konflik di Timur Tengah.

PBB menilai Indonesia memegang peran penting dalam Dewan Perdamaian Gaza yang baru dibentuk. Dukungan tersebut diberikan dalam kerangka mandat resmi perdamaian yang telah disetujui Dewan Keamanan.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan dukungan penuh PBB terhadap partisipasi aktif Indonesia dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian di Gaza.

Resolusi 2803 Jadi Landasan Misi Perdamaian Gaza

Sebelumnya, PBB telah mengesahkan Resolusi Dewan Keamanan Nomor 2803 yang menjadi dasar pelaksanaan rencana perdamaian Gaza. Resolusi tersebut mencakup pembentukan ISF untuk mengawasi gencatan senjata, menjaga keamanan, serta mendukung pemerintahan sipil dan proses rekonstruksi wilayah.

Resolusi ini juga memberi mandat kepada negara-negara peserta untuk mengerahkan personel dan sumber daya sesuai hukum internasional di bawah pengawasan Dewan Keamanan PBB.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia sepenuhnya sejalan dengan Piagam PBB, visi solusi dua negara, serta mandat Resolusi 2803.

Ia menambahkan, partisipasi Indonesia merupakan bentuk komitmen nyata untuk mendorong perdamaian yang adil, berkelanjutan, dan bersinergi dengan upaya yang tengah dijalankan PBB di Gaza.

Exit mobile version