Memberarea.id – Penanganan insiden kecelakaan di kawasan Stasiun Bekasi Timur kini memasuki babak baru. Polda Metro Jaya resmi meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan guna mengungkap penyebab serta pihak yang harus bertanggung jawab.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebut kasus ini ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum. Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek, KRL Commuter Line, serta sebuah taksi listrik Green SM.
Puluhan Saksi Telah Diperiksa
Pendalaman Bukti dan Rekaman CCTV
Dalam proses penyidikan, polisi telah melakukan berbagai langkah seperti olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, serta analisis rekaman kamera pengawas. Hingga saat ini, sebanyak 24 saksi telah dimintai keterangan.
Selain itu, tujuh orang lainnya masih menjalani pemeriksaan lanjutan di pusat pengendalian operasional wilayah Manggarai. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk petugas pengatur perjalanan kereta, operator sinyal, hingga awak kereta.
Status Tersangka Masih Belum Ditentukan
Sopir Taksi Masih Berstatus Saksi
Meski penyidikan terus berjalan, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Sopir taksi Green SM yang diduga terkait dengan awal kejadian masih berstatus sebagai saksi.
Namun demikian, status tersebut masih bisa berubah. Penentuan tersangka akan dilakukan setelah gelar perkara berdasarkan seluruh bukti dan keterangan yang telah dikumpulkan.
Menunggu Hasil Analisis Menyeluruh
Keputusan akhir nantinya akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesaksian, barang bukti, hingga hasil analisis teknis dari penyidik.
Puslabfor Teliti Faktor Teknis dan Medan Listrik
Dugaan Gangguan Sistem di Perlintasan
Untuk memperkuat penyidikan, polisi juga menggandeng Pusat Laboratorium Forensik guna meneliti kemungkinan adanya gangguan teknis. Salah satu yang dikaji adalah potensi pengaruh medan listrik atau magnet di area rel terhadap kendaraan.
Hal ini dinilai penting karena dapat berdampak pada keamanan kendaraan yang melintas, baik kendaraan listrik maupun konvensional.
Evaluasi SOP Perusahaan Taksi
Aspek Manajemen Ikut Diperiksa
Selain faktor teknis, penyidik juga akan menelusuri sisi manajemen perusahaan taksi, termasuk standar operasional prosedur (SOP) bagi pengemudi serta sistem pelatihan yang diterapkan.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan apakah ada kelalaian dari sisi operasional yang turut berkontribusi terhadap insiden.
Penyidikan Masih Berjalan
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses hukum masih terus berlangsung dan membutuhkan waktu untuk mendapatkan hasil yang komprehensif. Masyarakat diminta bersabar menunggu perkembangan lebih lanjut terkait penetapan tersangka dan penyebab pasti kecelakaan tersebut.










