MemberArea.id – Pemerintah pusat resmi menghentikan kebijakan impor beras sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional. Menyikapi kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Batam memastikan ketersediaan beras di wilayahnya masih dalam kondisi aman hingga Maret 2026, termasuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Langkah antisipatif ini dilakukan melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah, distributor, serta instansi terkait agar pasokan dan harga beras tetap terkendali.
Pasokan Beras Batam Kini Lewat Distribusi Nasional
Pelaksana Tugas Harian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa penghentian impor membuat beras tidak lagi masuk langsung ke Batam dari luar negeri.
Distribusi Beras Melalui Jakarta
Menurut Suhar, seluruh pasokan beras yang beredar di Batam saat ini disalurkan melalui Jakarta sebagai pusat distribusi nasional. Hasil rapat koordinasi bersama Asosiasi Distributor Kota Batam menunjukkan stok beras masih mencukupi hingga akhir Maret 2026.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah memastikan tidak ada potensi kelangkaan beras selama bulan puasa maupun Lebaran.
Stok Beras Premium Dominasi Konsumsi Warga Batam
Berdasarkan data Disperindag, stok beras premium di Batam saat ini mencapai sekitar 2.900 ton.
Bulog Siapkan Cadangan Beras Medium
Sementara itu, Perum Bulog masih memiliki cadangan beras medium sebagai stok pengaman sesuai ketentuan nasional. Meski demikian, preferensi konsumsi masyarakat Batam didominasi oleh beras premium, dengan proporsi mencapai sekitar 80 persen.
Untuk memperkuat pasokan, pemerintah juga tengah mengoordinasikan penyaluran sekitar 4.000 ton beras premium dari pemerintah pusat. Saat ini, beras tersebut masih melalui proses pengecekan kualitas sebelum didistribusikan ke pasar.
Harga Beras Dipantau Jelang Ramadan
Dari sisi harga, Disperindag Kota Batam menilai kondisi pasar masih relatif terkendali meskipun harga beras mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemerintah Siapkan Intervensi Pasar
Saat ini, harga beras premium berada di kisaran Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium sekitar Rp14.000 per kilogram. Pemerintah menegaskan akan menindak tegas pedagang atau distributor yang menjual di atas HET atau melakukan penimbunan.
Untuk mencegah lonjakan harga menjelang Ramadan, Pemkot Batam telah menyiapkan operasi pasar murah dan program sembako bersubsidi. Salah satu programnya adalah penyediaan 25 ribu paket sembako, di mana paket senilai Rp200 ribu dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp100 ribu.
Pedagang Akui Harga Beras Masih Naik
Di lapangan, sejumlah pedagang mengakui adanya kenaikan harga beras sejak akhir 2025. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dibandingkan komoditas lain yang mulai mengalami penurunan harga.
Pemerintah berharap kombinasi pengawasan harga, operasi pasar, dan koordinasi distribusi dapat menjaga stabilitas pangan di Batam dalam beberapa bulan ke depan.










