Memberarea.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyepakati permintaannya untuk menghentikan serangan militer ke Kyiv dan sejumlah kota lain di Ukraina selama tujuh hari. Kesepakatan ini disebut terjadi di saat Ukraina tengah menghadapi suhu musim dingin paling parah sejak konflik dimulai.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Kamis (29/1/2026) dalam rapat kabinet di Gedung Putih.
Permintaan Trump Dilatarbelakangi Krisis Kemanusiaan Akibat Cuaca Beku
Trump mengungkapkan dirinya secara langsung menghubungi Putin karena prihatin dengan kondisi warga Ukraina yang terdampak cuaca ekstrem.
Ia menyebut gelombang dingin yang melanda kawasan itu berada pada level luar biasa, bahkan mencatat suhu terendah sepanjang sejarah.
Infrastruktur Ukraina Lumpuh, Jutaan Warga Kehilangan Layanan Dasar
Serangan Rusia yang menargetkan jaringan energi telah membuat jutaan penduduk Ukraina kesulitan mendapatkan listrik, pemanas ruangan, serta air bersih. Situasi ini memperburuk kondisi kemanusiaan di tengah perang yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Trump menilai, dalam keadaan seperti sekarang, Ukraina tidak membutuhkan tambahan penderitaan akibat serangan rudal.
“Saya meminta Presiden Putin untuk menghentikan tembakan ke Kyiv dan kota-kota lainnya selama satu minggu. Dan dia menyetujuinya,” ujar Trump.
Ia juga menyatakan lega atas respons positif tersebut, meski sebelumnya ada pihak yang meragukan Putin akan menerima permintaan itu.
Kremlin Belum Beri Pernyataan Resmi
Hingga kini, pemerintah Rusia belum mengeluarkan konfirmasi terkait klaim Trump. Meski begitu, Trump mengatakan dirinya optimistis Putin akan memegang komitmen tersebut.
Trump juga menyinggung pertemuan sebelumnya dengan Putin di Alaska yang tidak menghasilkan kemajuan signifikan. Namun kali ini, ia mengaku melihat perkembangan positif dalam upaya diplomatik.
Suhu Diperkirakan Turun hingga Minus 30 Derajat Celsius
Badan meteorologi Ukraina memperkirakan suhu udara dapat merosot hingga minus 30 derajat Celsius dalam beberapa hari mendatang. Pemerintah Ukraina pun berpacu memulihkan fasilitas vital agar masyarakat tetap bisa bertahan di tengah cuaca ekstrem.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya telah memperingatkan adanya serangan baru Rusia terhadap infrastruktur energi nasional.
Negosiasi Damai Diklaim Mengalami Kemajuan
Trump menyampaikan bahwa perundingan yang dimediasi Amerika Serikat antara Kyiv dan Moskow menunjukkan perkembangan berarti, meskipun perang hampir memasuki tahun kelima.
Namun di lapangan, serangan Rusia pada Kamis masih menewaskan sedikitnya enam orang di wilayah tengah dan selatan Ukraina, berdasarkan laporan otoritas setempat.










