BeritaInternasional

China Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Pelanggaran Berat Kedaulatan

131
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com

Memberarea.id – Pemerintah China menyampaikan kecaman keras atas operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan memicu eskalasi besar di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menilai aksi militer itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keamanan nasional Iran. Beijing juga menyebut tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip dasar hubungan internasional.

Beijing: Tindakan Militer Langgar Piagam PBB

Kecaman atas Pembunuhan Pemimpin Negara

China menilai serangan yang menargetkan pemimpin tertinggi sebuah negara sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Pemerintah China menegaskan bahwa operasi tersebut telah mencederai norma global, termasuk prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Beijing juga mendesak semua pihak untuk segera menghentikan aksi militer dan menghindari langkah lanjutan yang berpotensi memperburuk situasi keamanan regional maupun global.

Seruan Hentikan Eskalasi

Dalam pernyataan yang sama, China meminta agar ketegangan segera diredam melalui dialog dan diplomasi. Stabilitas Timur Tengah, menurut Beijing, merupakan kepentingan bersama masyarakat internasional.

Khamenei Tewas, Iran Umumkan Masa Berkabung

Serangan di Teheran

Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei meninggal dunia saat serangan terjadi di kantornya di Teheran. Wafatnya tokoh yang memimpin Iran sejak 1989 itu mengakhiri kepemimpinan selama hampir empat dekade.

Sejumlah sumber di Iran juga melaporkan bahwa beberapa anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Pemerintahan Sementara dan 40 Hari Berkabung

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta meliburkan aktivitas kerja selama sepekan. Untuk sementara, tugas-tugas kepemimpinan negara dijalankan oleh presiden Iran bersama ketua lembaga peradilan dan perwakilan Dewan Wali hingga proses suksesi dilakukan.

Korban Jiwa dan Pejabat Militer yang Gugur

Serangan udara ke berbagai wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, mengakibatkan kerusakan besar. Data awal menyebutkan sedikitnya 201 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Di kalangan militer, sejumlah pejabat tinggi dilaporkan gugur, di antaranya Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Kepala Staf militer Iran, Menteri Pertahanan, serta Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal ke sejumlah titik di Israel dan instalasi militer AS di kawasan Timur Tengah.

IRGC Bersumpah Balas Serangan

Target Militer di Israel

Pihak militer Iran menyatakan telah menyerang 27 sasaran, termasuk pangkalan udara di wilayah tengah Israel, markas besar militer, serta kompleks industri pertahanan di Tel Aviv.

Dalam pernyataan tertulis, IRGC dan Angkatan Darat Iran menegaskan komitmen mereka untuk membalas kematian Khamenei.

Gelombang Demonstrasi di Berbagai Kota

Warga Turun ke Jalan

Sehari setelah pengumuman wafatnya Khamenei, aksi massa terjadi di berbagai kota di Iran. Warga membawa bendera nasional dan poster bergambar Khamenei sebagai bentuk penghormatan sekaligus protes terhadap serangan tersebut.

Di Teheran, ratusan orang berkumpul di pusat kota sambil meneriakkan kecaman terhadap AS dan Israel.

Qom dan Mashhad Ikut Berduka

Di kota suci Qom, massa memadati area makam Hazrat Masume untuk menyampaikan duka cita. Sementara di Mashhad, pelayat membentangkan bendera hitam di atas kubah Makam Imam Reza sebagai simbol berkabung.

Pernyataan Donald Trump

Presiden AS Donald Trump menyebut Ali Khamenei sebagai sosok yang berbahaya bagi stabilitas dunia. Ia juga menyatakan bahwa sistem intelijen dan koordinasi erat dengan Israel membuat target-target utama Iran tidak dapat menghindari operasi tersebut.

Pernyataan itu semakin memperuncing ketegangan antara Washington dan Teheran, sekaligus memicu reaksi keras dari berbagai negara, termasuk China yang menyerukan penghentian segera aksi militer dan kembali ke jalur diplomasi.

Exit mobile version