MemberArea.id – Upaya pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. Sejak dinyatakan menghilang saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, berbagai fakta baru mulai terungkap dan menjadi titik terang dalam proses investigasi.
Pesawat bermesin turboprop itu diketahui sedang menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar sebelum akhirnya diduga menabrak kawasan pegunungan di sekitar Maros–Pangkep. Hingga kini, pencarian masih difokuskan di area Gunung Bulusaraung yang memiliki medan ekstrem.
Serpihan Pesawat Ditemukan di Lereng Gunung
Tim SAR Amankan Puing dan Dokumen Penting
Tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah serpihan yang diyakini berasal dari badan pesawat. Puing-puing tersebut ditemukan oleh pendaki yang berada di kawasan Gunung Bulusaraung dan langsung dilaporkan ke pihak berwenang.
Selain potongan badan pesawat, petugas juga menemukan buku pilot dan beberapa dokumen yang diduga berkaitan dengan penerbangan. Semua temuan telah dievakuasi ke posko utama di Desa Tompobulu untuk keperluan identifikasi lebih lanjut.
Evakuasi Dipercepat dengan Bantuan Helikopter
Posko SAR Didirikan di Tompobulu
Untuk mempercepat proses pencarian, tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan mendirikan posko operasi di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep. Satu unit helikopter milik TNI AU juga dikerahkan untuk memantau wilayah dari udara karena medan darat sulit ditembus.
Kondisi cuaca yang berkabut dan berawan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Meski demikian, pencarian tetap dilakukan dengan metode darat dan udara secara bersamaan.
Penumpang Termasuk Pegawai Kementerian Kelautan
Jalani Misi Pengawasan Udara
Menteri Kelautan dan Perikanan memastikan bahwa tiga pegawai KKP berada di dalam pesawat tersebut. Mereka tengah menjalankan tugas pengawasan sumber daya perikanan melalui patroli udara.
Identitas ketiganya telah dikonfirmasi, dan pihak keluarga telah mendapatkan pendampingan dari pemerintah selama proses pencarian berlangsung.
KNKT Duga Pesawat Menabrak Gunung
ELT Diduga Rusak Akibat Benturan
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan dugaan awal bahwa pesawat kemungkinan besar menabrak gunung, sehingga alat pemancar darurat (ELT) tidak mengirimkan sinyal. Dugaan ini akan dipastikan setelah kotak hitam dan bangkai pesawat ditemukan.
Hingga kini, tim SAR masih berupaya menemukan lokasi utama jatuhnya pesawat sekaligus korban lainnya.
