Memberarea.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan para penyintas bencana alam di Kecamatan Pante Ceureumen telah menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun melalui bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Bupati Tarmizi menyampaikan bahwa seluruh unit huntara yang tersedia saat ini sudah dihuni masyarakat terdampak banjir dan bencana alam lainnya.
Hunian sementara tersebut dibangun sebagai solusi sementara bagi warga sambil menunggu pembangunan hunian tetap selesai dilakukan pemerintah.
Huntara Dibangun di Dua Desa di Kecamatan Pante Ceureumen
Lokasi Huntara Berada di Desa Jambak dan Lawet
Sebanyak 12 unit huntara tersebar di dua desa, yakni Desa Jambak dan Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Kawasan tersebut berada sekitar 60 kilometer dari Kota Meulaboh.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga yang kini tinggal di hunian sementara tersebut untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Kenyamanan Warga Jadi Prioritas Pemerintah
Menurut Bupati Tarmizi, pemerintah daerah menaruh perhatian besar terhadap kenyamanan para korban bencana selama tinggal di huntara.
Ia menyebut sebagian warga awalnya sempat ragu untuk menempati hunian sementara dan lebih memilih menerima bantuan dalam bentuk uang. Namun, setelah melihat fasilitas yang tersedia, masyarakat mulai merasakan manfaat tinggal di huntara.
Pemkab Aceh Barat juga memastikan setiap bangunan dalam kondisi layak huni dan bebas dari kebocoran agar warga merasa aman dan nyaman.
Pemerintah Siapkan Material untuk Dapur Warga
Seng Baru Akan Didistribusikan ke Penyintas
Selain memastikan kondisi huntara tetap layak, pemerintah daerah turut menanggapi kebutuhan warga yang membangun dapur swadaya menggunakan material sederhana.
Pemkab Aceh Barat telah menginstruksikan penyaluran seng baru untuk membantu memperbaiki dapur milik warga penyintas bencana.
Huntara Nantinya Akan Jadi Milik Masyarakat
Pemerintah juga menyampaikan bahwa hunian sementara yang saat ini digunakan nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat setelah pembangunan hunian tetap selesai dilakukan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu warga memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman pascabencana di wilayah Aceh Barat.
