Memberarea.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berlangsung selama bulan Ramadan. Namun, pelaksanaannya diminta tidak disamakan dengan hari biasa. DPR menilai perlu ada penyesuaian agar manfaat program tetap optimal tanpa menimbulkan persoalan di lapangan, terutama soal distribusi dan ketahanan makanan.
DPR Ingatkan Evaluasi MBG Saat Ramadan
Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PAN, Ashabul Kahfi, menyampaikan dukungannya agar program MBG tidak dihentikan selama bulan puasa. Meski begitu, ia menegaskan pelaksanaan harus memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Menurutnya, pelaksanaan MBG pada Ramadan tahun sebelumnya masih menyisakan berbagai kendala, mulai dari makanan yang mudah basi, distribusi yang tidak tepat waktu, hingga rendahnya penerimaan dari sebagian penerima manfaat.
Distribusi Makanan Perlu Penyesuaian Waktu
Ashabul menilai pendekatan yang terlalu kaku justru berpotensi mengurangi efektivitas program. Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah agar memberi keleluasaan bagi daerah untuk menyesuaikan mekanisme pelaksanaan MBG.
“Distribusi bisa dilakukan menjelang waktu berbuka atau dalam bentuk makanan yang aman dibawa pulang. Intinya jangan dipaksakan seperti hari normal,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa fleksibilitas sangat penting, mengingat kondisi geografis, budaya, dan kesiapan setiap daerah berbeda-beda.
Menu MBG Ramadan Harus Dirancang Khusus
Selain soal distribusi, menu makanan juga menjadi sorotan. Ashabul meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) tidak sekadar memindahkan menu reguler ke waktu yang berbeda, tetapi benar-benar menyiapkan menu khusus Ramadan.
Makanan Tahan Lama dan Tetap Bergizi
Menu MBG selama Ramadan diharapkan memiliki daya tahan lebih lama, tidak mudah rusak, namun tetap memenuhi standar gizi seimbang. Kandungan protein, serat, serta energi dinilai penting untuk mendukung kebutuhan tubuh saat berbuka maupun sahur.
“Menu harus disesuaikan dengan kebutuhan puasa, bukan hanya aman dikonsumsi, tapi juga benar-benar bermanfaat secara gizi,” jelasnya.
BGN Pastikan MBG Tetap Dibagikan
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memastikan program MBG tetap berjalan selama Ramadan. Di wilayah mayoritas muslim, makanan akan dibagikan di sekolah untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka. Sementara itu, di daerah non-muslim, skema pembagian akan berjalan normal seperti biasa.
Dengan adanya penyesuaian ini, pemerintah berharap program MBG tetap memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik, sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah puasa selama Ramadan.
