Memberarea.id – Hunian sementara atau huntara yang dibangun oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menjadi harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal darurat, kawasan huntara kini juga menjadi titik awal bagi para penyintas untuk kembali membangun kehidupan dan perekonomian keluarga.
Aktivitas warga di kompleks huntara kawasan Kantor Bupati Pidie Jaya menunjukkan proses pemulihan mulai berjalan perlahan setelah bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut.
Penyintas Banjir Bangkit Lewat Usaha Kuliner Rumahan
Salah satu kisah perjuangan datang dari Reni (47), warga terdampak banjir yang kini mencoba kembali mandiri melalui usaha makanan ringan.
Modal Pinjaman dan Bantuan Dapur Jadi Awal Usaha
Rumah Reni sebelumnya terdampak banjir hingga dipenuhi lumpur. Kondisi itu memaksanya bersama keluarga meninggalkan tempat tinggal dan memulai hidup dari nol di huntara.
Di tengah keterbatasan, Reni memilih tidak menyerah. Dengan modal pinjaman sebesar Rp200 ribu dari rekannya serta perlengkapan dapur bantuan Satgas PRR, ia mulai berjualan aneka jajanan seperti risol, tahu isi, timpan, hingga bakso goreng.
Warung kecil miliknya kini berdiri di depan deretan huntara dan perlahan menjadi tempat yang ramai didatangi warga sekitar. Kedua anak perempuannya juga ikut membantu menjaga dagangan ketika Reni memasak.
Menurutnya, penghasilan dari usaha tersebut memang belum besar, tetapi cukup membantu memenuhi kebutuhan harian keluarga.
Huntara Membantu Penyintas Kembali Menata Kehidupan
Bagi para korban bencana, keberadaan huntara tidak hanya memberikan tempat tinggal sementara, tetapi juga menghadirkan rasa aman setelah kehilangan rumah akibat banjir.
Warga Mulai Kembali Jalani Aktivitas Sehari-hari
Semangat untuk bangkit juga dirasakan oleh Siti Asyiah, warga Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang. Sebelum menempati huntara, ia bersama keluarganya sempat tinggal selama beberapa bulan di tenda pengungsian.
Siti mengaku kondisi huntara yang lebih layak membuat keluarganya dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dibanding saat berada di pengungsian darurat.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.
Pemerintah Diharapkan Percepat Pembangunan Huntap
Meski bersyukur telah mendapat tempat tinggal sementara, para penyintas tetap berharap pembangunan hunian tetap (huntap) dapat segera direalisasikan.
Penyintas Ingin Segera Memiliki Tempat Tinggal Permanen
Warga berharap proses penyelesaian huntara yang masih dibangun bisa dipercepat agar seluruh korban terdampak bencana memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Selain itu, pembangunan hunian permanen dinilai penting agar masyarakat dapat benar-benar kembali menjalani kehidupan normal setelah kehilangan rumah akibat bencana alam.
Keberadaan huntara saat ini menjadi bukti bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit dan menata masa depan.










