Memberarea.id – Badan Gizi Nasional (BGN) berencana melakukan penataan ulang sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan bantuan gizi lebih terarah kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.
Melalui langkah refocusing tersebut, jumlah penerima manfaat diperkirakan akan berkurang dibandingkan target sebelumnya yang mencapai 81,5 juta orang.
BGN Fokuskan Program MBG untuk Kelompok Rentan
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan, guna menyusun skema baru penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, program akan lebih diprioritaskan kepada kelompok yang membutuhkan intervensi gizi secara langsung, terutama pada fase penting pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Ibu Hamil dan Anak Usia Dini Jadi Prioritas Utama
Dalam evaluasi yang sedang dilakukan, BGN menilai kelompok ibu hamil, balita, dan anak usia dini harus menjadi fokus utama penerima manfaat program.
Kelompok tersebut dianggap memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih mendesak karena berpengaruh terhadap kualitas kesehatan dan perkembangan generasi mendatang.
Dengan penyesuaian sasaran ini, pemerintah berharap manfaat program dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat yang membutuhkan dukungan gizi secara langsung.
Siswa SMA Berpotensi Dicoret dari Daftar Penerima
Sebagai bagian dari penataan ulang penerima manfaat, BGN membuka kemungkinan untuk mengurangi atau menghentikan pemberian MBG kepada sebagian siswa SMA, khususnya yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang baik.
Kebijakan tersebut masih dalam tahap evaluasi dan menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk meningkatkan ketepatan sasaran program.
Bantuan Akan Diarahkan kepada Kelompok yang Lebih Membutuhkan
BGN menilai bahwa sebagian pelajar dari kalangan ekonomi menengah ke atas mungkin tidak lagi memerlukan bantuan makan bergizi dari pemerintah.
Karena itu, alokasi anggaran dapat dialihkan kepada kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan, sehingga manfaat program menjadi lebih merata dan efektif.
Jumlah Penerima Manfaat dan Anggaran Diperkirakan Menurun
Hasil simulasi awal menunjukkan bahwa kebijakan refocusing berpotensi mengurangi jumlah penerima manfaat hingga sekitar 8 juta orang.
Jika skenario tersebut diterapkan, kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis pada 2027 juga diperkirakan mengalami penyesuaian dari proyeksi awal yang mencapai Rp270,2 triliun.
Efisiensi Anggaran Jadi Salah Satu Tujuan
Selain meningkatkan ketepatan sasaran, pengurangan jumlah penerima manfaat juga bertujuan untuk menciptakan penggunaan anggaran yang lebih efisien.
Dengan alokasi dana yang lebih terfokus, pemerintah berharap kualitas layanan dan dampak program dapat semakin meningkat.
Penyaluran MBG Akan Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah
Di tengah proses evaluasi, BGN juga akan menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis selama masa libur sekolah.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pembenahan sistem dan peningkatan kualitas pelaksanaan program di lapangan.
Seluruh Dapur MBG Akan Menjalani Audit
Selama penghentian sementara berlangsung, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG akan menjalani audit menyeluruh.
Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan kualitas layanan, tata kelola operasional, serta kesiapan fasilitas pendukung sebelum program kembali berjalan pada tahun ajaran baru.
BGN berharap hasil audit dapat memperbaiki berbagai aspek pelaksanaan sehingga program dapat berlangsung lebih efektif dan terorganisasi.
Skema Insentif Pengelola SPPG Juga Akan Diubah
Selain mengevaluasi penerima manfaat, BGN turut menyiapkan perubahan mekanisme pemberian insentif bagi pengelola SPPG.
Sebelumnya, setiap dapur MBG memperoleh insentif dengan nominal yang sama, yakni Rp6 juta. Ke depan, besaran insentif akan ditentukan berdasarkan jumlah penerima manfaat dan capaian kinerja masing-masing dapur.
Penilaian Kinerja Jadi Dasar Pemberian Insentif
BGN sedang menyiapkan sejumlah indikator penilaian untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program di setiap SPPG.
Melalui sistem tersebut, insentif tidak lagi diberikan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan kualitas layanan dan kontribusi yang diberikan dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
