Memberarea.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau masyarakat untuk memahami langkah pertolongan pertama yang benar saat menghadapi anak yang mengalami sengatan listrik. Penanganan awal yang tepat dinilai sangat menentukan peluang keselamatan korban sebelum mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa fokus utama saat menolong korban kesetrum adalah memastikan kondisi kegawatdaruratan dasar, yaitu jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi darah tetap terjaga.
Prioritaskan Airway, Breathing, dan Circulation
Menurut IDAI, pemeriksaan terhadap jalan napas (airway), pola napas (breathing), dan sirkulasi (circulation) harus dilakukan sesegera mungkin setelah korban berhasil dijauhkan dari sumber listrik.
Piprim menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang melakukan tindakan kurang tepat karena panik, seperti mengoleskan minyak atau memberikan cairan kepada korban tanpa memperhatikan kondisi medis yang sebenarnya lebih mendesak.
Apabila korban tidak merespons atau tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran, masyarakat dianjurkan segera melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP), sambil menunggu petugas medis tiba di lokasi.
Kasus Bocah Kesetrum di Senen Jadi Sorotan
Peringatan dari IDAI muncul setelah insiden yang menimpa seorang anak berusia enam tahun berinisial MWP di kawasan Kramat, Senen, Jakarta Pusat. Korban sempat berada dalam kondisi kritis dan mengalami koma setelah tersengat aliran listrik dari sebuah tiang lampu taman.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (7/6/2026) dan membuat korban harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dugaan Perundungan Berujung Insiden Tragis
Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula saat korban sedang bermain di area taman. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan korban diduga dipegang dan dibawa oleh beberapa anak serta remaja menuju sebuah tiang lampu yang ternyata mengalami kebocoran arus listrik.
Tubuh korban kemudian bersentuhan dengan tiang tersebut hingga mengalami kejang dan kehilangan kesadaran. Insiden itu kini menjadi perhatian publik karena diduga berkaitan dengan tindakan perundungan terhadap anak.
Keluarga Soroti Penanganan Awal yang Dinilai Keliru
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa setelah korban tidak sadarkan diri, sejumlah warga mencoba memberikan pertolongan. Namun, beberapa tindakan yang dilakukan justru dinilai tidak sesuai prosedur medis.
Menurut keluarga, korban sempat disiram air dan diberikan cairan saat masih dalam kondisi tidak sadar. Tindakan tersebut berpotensi menimbulkan risiko tambahan bagi keselamatan korban.
Kondisi Korban Berangsur Membaik
Setelah mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU, kondisi MWP dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif. Korban kini telah sadar dan mulai dapat berkomunikasi dengan keluarganya.
Dalam keterangannya kepada keluarga, anak tersebut mengaku sering mengalami intimidasi dan perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah teman bermainnya sebelum kejadian berlangsung.
Polisi Lakukan Penyelidikan Mendalam
Kasus ini saat ini sedang ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat. Keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut agar seluruh fakta dapat diungkap secara menyeluruh.
Penyidik kini mengumpulkan berbagai keterangan serta bukti yang ada untuk mengetahui secara pasti kronologi dan unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.
Polisi Dalami Pengetahuan Pelaku Soal Bahaya Tiang Listrik
Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami apakah anak-anak yang terlibat mengetahui bahwa tiang lampu tersebut mengandung aliran listrik berbahaya saat membawa korban ke lokasi.
Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum dan perlindungan yang tepat bagi korban.
Edukasi Pertolongan Darurat Dinilai Sangat Penting
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai perlunya pemahaman dasar tentang pertolongan pertama pada kondisi darurat, khususnya sengatan listrik. Pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar dapat membantu meningkatkan peluang keselamatan korban dan mencegah tindakan yang justru memperburuk keadaan.
IDAI berharap masyarakat semakin sadar bahwa langkah pertama yang tepat dalam situasi darurat dapat menjadi faktor penentu antara keselamatan dan risiko yang lebih besar bagi korban.
