BeritaNasional

Ketua BEM FH UBK Nonaktif Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terkait Polemik MBG

18
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com

Memberarea.id – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) yang saat ini berstatus nonaktif, Muhammad Abdimaludin, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas polemik yang berkembang setelah aksi mahasiswa yang menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam keterangannya, Abdimaludin menegaskan bahwa dirinya telah memberikan penjelasan secara terbuka kepada mahasiswa dan pengurus organisasi kampus terkait berbagai isu yang beredar, termasuk tudingan mengenai penerimaan sejumlah uang yang menyeret namanya.

Abdimaludin Berikan Penjelasan kepada Mahasiswa

Abdimaludin mengungkapkan bahwa klarifikasi telah disampaikan di hadapan para Ketua BEM Fakultas serta mahasiswa Universitas Bung Karno sebagai bentuk tanggung jawab terhadap dinamika yang terjadi di lingkungan kampus.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan mahasiswa dan menghindari kesalahpahaman yang dapat memperkeruh situasi.

Soroti Potensi Perpecahan Akibat Berbagai Narasi

Ia menilai munculnya berbagai opini, informasi, dan narasi yang berkembang di tengah polemik berpotensi menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan mahasiswa.

Karena itu, Abdimaludin mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap mengedepankan persatuan, berpikir jernih, dan fokus pada perjuangan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Klarifikasi Terkait Isu Penerimaan Uang

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam polemik tersebut adalah dugaan penerimaan uang yang dikaitkan dengan dirinya. Abdimaludin menyatakan bahwa persoalan tersebut telah dijelaskan secara terbuka sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.

Ia mengakui bahwa polemik tersebut menimbulkan berbagai reaksi, termasuk rasa kecewa dari sebagian mahasiswa dan pihak lain yang mengikuti perkembangan isu tersebut.

Seluruh Fakta Diklaim Telah Disampaikan

Menurut Abdimaludin, seluruh informasi yang berkaitan dengan persoalan tersebut telah dipaparkan secara jujur dan transparan kepada forum mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa penjelasan yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan dan telah disampaikan melalui jalur organisasi yang semestinya.

Tegaskan Komitmen Mengawal Program Makan Bergizi Gratis

Meski dihadapkan pada berbagai polemik, Abdimaludin memastikan bahwa perjuangan mahasiswa Universitas Bung Karno dalam mengawal kebijakan publik tetap berjalan.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa masih berkomitmen mendorong perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), transparansi kebijakan pemerintah, serta penyelesaian berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Siap Memberikan Penjelasan Sesuai Mekanisme Organisasi

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan organisasi, Abdimaludin menyatakan kesiapannya untuk memberikan penjelasan lebih lanjut apabila diperlukan.

Menurutnya, setiap forum mahasiswa maupun organisasi memiliki mekanisme yang harus dihormati dalam menyelesaikan persoalan yang muncul.

Ucapan Terima Kasih kepada Rektorat UBK

Selain memberikan klarifikasi, Abdimaludin juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran rektorat Universitas Bung Karno yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan kritik.

Ia menilai dukungan tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat di lingkungan kampus.

Permintaan Maaf kepada Mahasiswa dan Masyarakat

Di akhir pernyataannya, Abdimaludin menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa, civitas akademika, serta masyarakat yang merasa terganggu atau kecewa akibat polemik yang terjadi.

Ia mengaku menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan kehati-hatian dalam bersikap dan menjalankan amanah organisasi dengan lebih baik di masa mendatang.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat komitmen dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan kepentingan masyarakat secara bertanggung jawab.

Exit mobile version