BeritaNasional

Mayjen Trenggono Pilih Pensiun Dini dari TNI Setelah Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BGN

29
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com

Memberarea.id – Mayjen TNI Trenggono memastikan dirinya telah mengajukan pensiun dini dari dinas militer setelah dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diambil tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya untuk mengisi posisi strategis di lembaga yang menangani program pemenuhan gizi nasional.

Trenggono menjelaskan bahwa proses pengunduran dirinya telah dimulai sejak pengumuman penunjukan dirinya sebagai Wakil Kepala BGN pada awal Juni 2026. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen untuk fokus menjalankan tugas baru sebagai pejabat publik.

Trenggono Tegaskan Pensiun Dini Merupakan Keputusan Pribadi

Siap Mengemban Tugas di Badan Gizi Nasional

Dalam keterangannya, Trenggono menegaskan bahwa keputusan meninggalkan karier militer dilakukan atas kemauan sendiri. Ia menilai jabatan baru yang diembannya membutuhkan dedikasi penuh sehingga memilih menyelesaikan statusnya sebagai anggota TNI aktif.

Dengan bergabung di Badan Gizi Nasional, Trenggono akan berperan dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional.

Bergabung Bersama Pimpinan Baru BGN

Trenggono tidak sendiri dalam struktur kepemimpinan baru BGN. Ia akan mendampingi Nanik S Deyang yang dipercaya sebagai Kepala BGN serta Agustina Arumsari yang juga ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN.

Kehadiran ketiganya diharapkan mampu memperkuat kinerja lembaga dalam menjalankan program peningkatan gizi masyarakat di berbagai daerah.

Perubahan Kepemimpinan BGN Setelah Kasus Dugaan Korupsi MBG

Tiga Pimpinan Lama Digantikan

Perombakan jajaran pimpinan BGN dilakukan setelah pemerintah memberhentikan Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, bersama dua wakil kepala yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Ketiganya diketahui tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut salah satu program unggulan pemerintah.

Sebagai langkah pembenahan, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai kepala lembaga yang baru, sementara Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono dipercaya mengisi posisi wakil kepala.

Pemerintah Dorong Pimpinan Baru Segera Lakukan Konsolidasi

Fokus Perkuat Koordinasi dan Tata Kelola Program

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, meminta pimpinan baru BGN segera melakukan penataan internal agar berbagai program yang sedang berjalan tidak mengalami hambatan.

Menurutnya, koordinasi dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah perlu diperkuat untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, penguatan tata kelola organisasi juga menjadi fokus utama guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Evaluasi Program Jadi Dasar Pergantian Pimpinan

Presiden Lakukan Pemantauan Selama Lebih dari Setahun

Pemerintah menjelaskan bahwa keputusan mengganti pimpinan BGN tidak dilakukan secara tiba-tiba. Sebelum mengambil keputusan, Presiden Prabowo disebut telah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program selama kurang lebih satu setengah tahun.

Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan sejumlah catatan yang berkaitan dengan disiplin pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), manajemen organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Melalui kepemimpinan baru, pemerintah berharap berbagai catatan tersebut dapat segera diperbaiki sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat, khususnya pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya.

Exit mobile version